Program Studi Magister Keperawatan kembali menorehkan prestasi melalui karya inovatif dari salah satu mahasiswanya, Nur Wulan Meitasari, S.Kep., Ners (NIM 2421102007). Melalui inovasi berjudul “Upgrading Inovasi Edukasi Penggunaan APD sesuai SPO”, mahasiswa ini menghadirkan terobosan yang berfokus pada peningkatan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di lingkungan pelayanan kesehatan.
Inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk memperkuat penerapan Standar Operasional Prosedur (SPO) dalam penggunaan APD yang merupakan bagian integral dari standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Edukasi mengenai penggunaan APD membutuhkan penyampaian yang efektif dan terus-menerus agar tenaga kesehatan, khususnya perawat, dapat menerapkannya secara konsisten di area klinis.
Tentang Inovasi
Inovasi “Upgrading Inovasi Edukasi Penggunaan APD sesuai SPO” dirancang sebagai media edukatif yang berfungsi untuk:
1. Pengertian
Meningkatkan kepatuhan penggunaan APD sesuai dengan SOP yang berlaku serta terintegrasi dengan standar PPI, sehingga mendukung keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan.
2. Kegunaan
Inovasi ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan—khususnya perawat—mengenai pentingnya penggunaan APD secara tepat. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan tingkat kepatuhan terhadap SOP penggunaan APD dapat meningkat secara signifikan.
3. Cara Kerja
Media edukasi ini dapat digunakan secara berulang sebagai bahan pengingat (reminder tools). Hal ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk terus menyegarkan pengetahuan mereka terkait penggunaan APD yang benar, sehingga edukasi dapat berlangsung berkesinambungan.
Dampak dan Harapan
Karya inovatif ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas praktik keperawatan, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman. Program Studi Magister Keperawatan memberikan apresiasi atas upaya kreatif dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Nur Wulan Meitasari dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan tenaga kesehatan masa kini.
Dengan hadirnya inovasi ini, diharapkan semakin banyak tenaga kesehatan yang termotivasi untuk terus meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan pelayanan profesional.

